Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd <p>Journal Tittle : Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan</p> <p>Frequency : 4 issues per year (February, May, August, &amp; November)</p> <p>DOI : Prefix 10.35892</p> <p>Print ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1344569942"><strong>2302-1721</strong></a></p> <p>Online ISSN : <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1344997109">2302-2531</a></strong></p> <p>Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar</p> <p>Indexed : <strong><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/17115" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a> | <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=E6dhHpAAAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> </strong></p> <p>Diagnosis: Scientific Health Journal is a journal that publishes scientific articles in the form of research results and literature reviews in the field of health in general, including Nursing, Midwifery, Nutrition, Medical Laboratory Technology, and General Health Journal.</p> <p>Full access to Diagnosis: Scientific Health Journal is only available through our official website. Any content or information circulating outside of the official website is beyond our responsibility.</p> <p>The Nani Hasauddin Health Sciences College online journal has partnered with the Association of Indonesian Nursing Education Institutions (AIPNI) Regional XII. click here <a href="https://drive.google.com/file/d/1IMlpyaAZS4eIskLliwM3cXEnEDCS_BDn/view?usp=drive_link">MOU AIPNI</a></p> <p> </p> en-US [email protected] (Wa Mina La Isa) [email protected] (Muthmainna B) Sat, 28 Feb 2026 13:45:51 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Peran ATLM Dalam Pengembangan Dan Pelaksanaan Teknik Diagnostik Helicobacter Pylori : Tinjauan Literatur Terhadap Pemeriksaan Mikrobiologi Dan Molekuler https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/3038 <p>Helicobacter <em>Pylori (</em>H. <em>pylori</em>) adalah bakteri gram negatif berflagel yang ditemukan di saluran pencernaan dapat menyebabkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Deteksi H. <em>pylori</em> dilakukan di laboratorium dengan pemeriksaan gold standar yaitu kultur dimana pemeriksaan dilakukan oleh seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Systematic literature review dari 205 literatur dengan 17 literatur yang memenuhi kriteria inklusi mengenai berbagai metode diagnostik H. <em>pylori</em>, baik invasif maupun non-invasif. Tinjauan ini juga menyoroti peran penting seorang ATLM dalam seluruh tahapan pemeriksaan, mulai dari pengelolaan sampel, hingga validasi hasil. Terdapat beberapa spesimen untuk dilakukan pemeriksaan H. <em>pylori</em> yaitu biopsi lambung, feses, saliva, jaringan lambung, dan biopsi paru. Teknik diagnostik H. pylori mencangkup <em>Urea Breath Test</em> (UBT), <em>Stool Antigen Test</em> (SAT), rt-PCR (<em>real-time</em> PCR), ELISA, <em>Rapid Urease Test</em> (RUT), histologi, dan kultur. Biomarker untuk diagnosis dan terapi infeksi H. <em>pylori</em> yaitu Protein HpaA, gen VacA dan gen CagA.</p> Angga Pratama Putra, Agnes Cecilia, Stepany Teguh, Hanasia Hanasia, Rezjita Asti Pratiwi, Kezia Dona Gracia, Yuwita Laudya Christy, Gilbert Pahlawan Jonathan Gultom Copyright (c) 2026 Angga Pratama Putra, Agnes Cecilia, Stepany Teguh, Hanasia Hanasia, Rezjita Asti Pratiwi, Kezia Dona Gracia, Yuwita Laudya Christy, Gilbert Pahlawan Jonathan Gultom https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/3038 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 Perbandingan Perbaikan Gejala Dispepsia Non-Bakterial Pada Pasien Yang Mendapatkan PPI Dan Antagonis Reseptor H2 : Systematic Literature Review https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/3039 <p>Dispepsia non-bakterial merupakan gangguan gastrointestinal dengan prevalensi tinggi yang menunjukkan heterogenitas patofisiologis substansial, memerlukan pendekatan terapeutik optimal berbasis <em>evidens</em> kontemporer untuk mencapai <em>outcome</em> klinis maksimal. Tujuan: Menganalisis secara sistematis bukti ilmiah komparatif mengenai efikasi klinis, kecepatan onset kerja, durasi perbaikan gejala, dan profil keamanan <em>proton pump inhibitors</em> dibandingkan antagonis reseptor histamin-2 dalam manajemen dispepsia non-bakterial. Metode: <em>Systematic literature review</em> komprehensif melalui basis data elektronik PubMed, Scopus, Science Direct, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi 2021-2024 menggunakan kriteria inklusi ketat serta penilaian kualitas metodologis terstruktur. Hasil: Sepuluh studi berkualitas tinggi memenuhi kriteria inklusi menunjukkan tingkat respons terapeutik ekuivalen berkisar 30-60% tanpa diferensiasi superioritas absolut. Antagonis reseptor H2 memperlihatkan profil keamanan jangka panjang yang superior dengan tolerabilitas lebih baik, sementara <em>proton pump inhibitors</em> memberikan onset ameliorasi gejala lebih akselerasi namun berpotensi menginduksi komplikasi sistemik pada penggunaan berkepanjangan. Kesimpulan: Personalisasi terapi berdasarkan stratifikasi patofisiologis dan subtipe klinis esensial untuk optimalisasi outcome pasien, dengan pendekatan <em>step-down therapy</em> sebagai strategi terapeutik rasional.</p> I Dewa Agung Kanda Awidya Rama, Dzulfikar Fatih Fatih, Megisya Usmi Wabrieni Muharomah Muharomah, Yurin Esterina Marteti Marteti, Yohanes Deco Alexandro Relia Relia, Alex Sander Siahaan Siahaan Copyright (c) 2026 I Dewa Agung Kanda Awidya Rama, Dzulfikar Fatih Fatih, Megisya Usmi Wabrieni Muharomah Muharomah, Yurin Esterina Marteti Marteti, Yohanes Deco Alexandro Relia Relia, Alex Sander Siahaan Siahaan https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/3039 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000