Jurnal Kebidanan Vokasional http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv <p>Jurnal Kebidanan Vokasional merupakan media yang dapat digunakan untuk mengarsipkan karya bidan peneliti di Indonesia. Karya dalam jurnal ini menonjolkan bidang ilmu kesehatan yang mencerminkan spesialisasi disiplin ilmu kebidanan.</p> en-US Jurnal Kebidanan Vokasional EFEKTIVITAS PENATALAKSANAAN IMD UNTUK MENCEGAH TERJADINYA HIPOTERMI PADA BAYI BARU LAHIR DI UPT PUSKESMAS ULAWENG http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv/article/view/309 <p>Hipotermi merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian bayi baru lahir di negara berkembang. Salah satu asuhan untuk mnecegah hipotermi adalah dengan melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penatalaksanaan IMD untuk mencegah terjadinya hipotermi pada bayi baru lahir di UPT Puskesmas Ulaweng. Penelitian merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional contingency. Polpulasi dalam penelitian ini adalah bayi baru lahir, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 147 bayi. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji stastistik Chi-Square dan tingkat kemaknaan α 5%. Berdasarkan hasil analisis hubungan antara efektivitas penatalaksanaan IMD untuk mencegah terjadinya hipotermi pada bayi baru lahir didapatkan X2&gt; X2α dengan hasil 97,34 &gt; 3,841 berarti H0 ditolak da Ha. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara penatalaksanaan IMD dan kejadian hipotermi pada bayi baru lahir di UPT Puskesmas Ulaweng. Diharapkan adanya upaya serius dalam penatalaksanaan IMD pada setiap bayi baru lahir dalam mencegah terjadinya hipotermi.</p> Pattola Arfan Nur Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Vokasional 2020-06-29 2020-06-29 5 1 1 6 HUBUNGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DAN INDEKS MASSA TUBUH IBU HAMIL TERHADAP BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI UPT PUSKESMAS AJANGALE http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv/article/view/310 <p>Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan sehingga menimbulkan gangguan aktivitas sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan kehidupan. IMT (Indeks Massa Tubuh) merupakan rumus matematis yang dinyatakan sebagai berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting dan paling sering digunakan pada bayi baru lahir (neonatus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Hiperemesis gravidarum dan IMT ibu hamil terhadap bayi baru lahir di Wilayah Kerja UTP Puskesmas Ajangale. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang telah melahirkan dengan usia bayi 0 sampai 1 tahun di wilayah kerja UPT Puskesmas Ajangale pada bulan Januari sampai Agustus 2019. Jumlah sampel yaitu sebanyak 47 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan buku KIA. Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji stastistik Chi-Square dan tingkat kemaknaan ρ Value &lt; 0,05. Berdasarkan Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara indeks massa tubuh ibu hamil terhadap berat badan bayi baru lahir, dengan hasil uji analisis chi square nilai p = 0,014 (&lt; p=0,05), dan ada hubungan antara indeks massa hiperemesis gravidarum ibu hamil terhadap berat badan bayi baru lahir, dengan hasil uji analisis chi square nilai p = 0,015 (&lt; p=0,05). Ada Hubungan yang signifikan antara Hiperemesis Gravidarun dan Indeks Massa Tubuh Ibu Hamil Terhadap Berat Badan Bayi Baru Lahir DI UPT Puskesmas Ajangale pada tahun 2019. Diharapkan adanya upaya control hiperemesis gravidarum dan indeks massa tubuh ibu hamil terhadap berat badan bayi baru lahir di upt puskesmas ajangale</p> Arfan Nur Pattola Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Vokasional 2020-06-29 2020-06-29 5 1 7 12 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM TINGKAT II PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TARETTA KECAMATAN AMALI http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv/article/view/311 <p>Hiperemesis gravidarum merupakan komplikasi mual muntah pada hamil muda, bila terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan aktifitas sehari-hari Tujuan :Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum tingkat II pada ibu hamil di Puskesmas Taretta Kec Amali. Manfaat penelitian ini diharapkan bisa menambah informasi sebagai bahan masukan tentang hiperemesis gravidarum, bagi pelayanan masyarakat, menambah pengetahuan tentang hiperemesis gravidarum untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional artinya pengukuran variabel hanya dilakukan satu kali pada satu saat. Populasi dalam penelitian ini semua ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarumdi lingkup kerja UPT Puskesmas Taretta Kec.Amali.Sehingga ditentukan jumlah sampel yaitu sebanyak 49 orang. Penelitian dilaksanakan di UPT Puskesmas Taretta Kec Amali. Penelitian menunjukkanada hubungan antara umur dengan kejadian hiperemesis gravidarum tingkat ll di UPT Puskesmas Taretta, dengan hasil uji statistik chi square test didapatkan p-value = 0,020 P &lt; 0,05, ada hubungan antara gravida dengan kejadian hiperemesis gravidarum di UPT Puskesmas Taretta. dengan hasil uji statistik chi square test didapatkan p-value = 0,000 P &lt; 0,05.ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian hiperemesis gravidarum di UPT Puskesmas Taretta, dengan hasil uji statistik chi square test didapatkan p-value = 0,023 P &lt; 0,05. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara umur, gravida dan pekerjaan dengan kejadian hiperemesis gravidarum.</p> Mustar Indriyani Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Vokasional 2020-06-29 2020-06-29 5 1 13 20 DUKUNGAN SOSIAL DAN KELUARGA TERHADAP PELAKSANAAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI PUSKESMAS TURIKALE KABUPATEN MAROS http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv/article/view/308 <p>Imunisasi adalah pemberian vaksin (virus yang dilemahkan ) kedalam tubuh seseorang. Atau pemberian suntikan vaksin yang berisi antigen aktif atau inaktif yang berasal dari <em>mikroorganisme</em> atau racun yang dilemahkan. Adapun gunanya agar tubuh seseorang kebal terhadap suatu penyakit. Imunisasi wajib diberikan kepada bayi agar bayi kebal terhadap beberapa penyakit yang berbahaya. Imunisasi juga penting bagi bayi yang baru lahir sampai masa pertumbuhannya mencapai kanak-kanak. Imunisasi memiliki tujuan utama yakni mencegah bayi dari serangan berbagai penyakit berbahaya yang rawan menyerang bayi, mencegah bayi dari kecacatan hingga kematian terhadap bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dukungan sosial dan keluarga terhadap pelaksanaan imunisasi dasar pada bayi. Jenis&nbsp; penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan sebanyak 61 responden. Teknik pengambilan sampel di ambil secara&nbsp; purposive sampling, data di kumpulkan melalui lembar kuesioner berupa pertanyaan. Dapat disimpulkan bahwa sikap ibu dan dukungan keluarga merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling kuat terhadap status imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Turikale Kabupaten Maros sehingga disarankan agar meneliti pengaruh dukungan sosial dan dukungan keluarga terhadap pelaksanaan imunisasi dasar pada bayi guna untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dimasa mendatang yang lebih baik.</p> Uliarta Marbun Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Vokasional 2020-06-29 2020-06-29 5 1 21 24 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU PREMENOPAUSE TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DI PUSKESMAS PATTINGALLOANG MAKASSAR http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv/article/view/312 <p>Setiap wanita akan mengalami premenopause yaitu suatu masa menjelang menopause yang terjadi pada umur rata 40-50. Ketika wanita mencapai umur 40-an anovolasi menjadi lebih menonjol, panjang siklus haid meningkat. Premenopause adalah suatu kondisi fisiologi pada wanita yang telah memasuki proses penuaan (aging) yang ditandai dengan menurunnya kadar hormonal estrogen dari ovarium yang sangat berperan dalam hal reproduksi dan seksualitas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu premenopause terhadap tingkat kecemasan di Puskesmas Pattingalloang Makassar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang berumur 40-50 3 bulan terakhir 2019 yaitu 162 orang. Pengambilan sampel menggunakan tehnik aksidental sampling, di dapatkan 32 responden sesuai kriteria insklusi. Data yang terkumpul kemudian diolah da di analisis dengan menggunakan Mikrosoft excel dan program statistic (SPSS). Analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji-square (ρ= &lt;0,05) untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis bivariate didapatkan hubungan pengetahuan ibu premenopause dengan tingkat kecemasan ρ=0.00. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan ibu premenopause dengan tingkat kecemasan di Puskesmas Pattingalloang Makassar.</p> Lili Purnama Sari Nurnia Ishak Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Vokasional 2020-06-29 2020-06-29 5 1 25 28 PERAN SUAMI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP PENGGUNAAN KONTRASEPSI DI BPM RISMAWATI KABUPATEN MAROS http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv/article/view/315 <p>Pemilihan alat kontrasepsi harus diputuskan dengan baik, dengan melihat kebutuhan, keuntungan dan efek samping dari pemakaian. Pemilihan alat kontrasepsi berhubungan dengan dukungan suami atau persetujuan pasangan. Dukungan yang diberikan oleh suami memantapkan pemakaian alat kontrasepsi pada istri dan bahkan istri merasa tenang menjadi peserta KB bila suaminya memberikan dukungan penuh, termasuk menemani konseling, pemasangan alat kontrasepsi, menemani kontrol dan selalu mengayomi istri saat sesuatu yang tidak inginkan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran suami dalam pengambilan keputusan&nbsp; terhadap penggunaan kontrasepsi di BPM Rismawati Kabupaten Maros. Populasi dalam penelitian ini adalah 111 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling dengan jumlah sampel 37 responden, pengumpulan data menggunakan kuesioner, data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisa dengan menggunakan komputer. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di BPM Rismawatai Kabupaten Maros dengan jumlah responden yang diperoleh sebanyak 37 responden, peran suami sebagai motivator yang berpartisipasi sebanyak 22 responden (59,5%) dan tidak berpartisipasi sebanyak 15 responden (40,5%). Dan peran suami sebagai fasilitator yang berpartisipasi sebanyak 24 responden (64,9%), dan tidak berpartisipasi sebanyak 13 responden (35,1%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran suami sebagai&nbsp; motivator&nbsp; dan fasilitator dalam pengambilan keputusan terhadap penggunaan kontrasepsi di BPM Rismawati Kabupaten Maros adalah baik karena suami ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.</p> Dahniar Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Vokasional 2020-06-29 2020-06-29 5 1 29 33 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN MACANANG WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS WATAMPONE http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv/article/view/316 <p>Anemia adalah kondisi berkurangnya sel darah merah (eritrosit) dalam sirkulasi darah atau massa hemoglobin sehingga tidak mampu memenuhi fungsinya sebagai pembawa oksigen keseluruh jaringan. Ibu hamil dikatakan anemia bila konsentrasi hemoglobin kurang dari 11gr/dl pada trimester pertama dan ketiga serta kurang dari 10 gr/dl pada trimester kedua. Saat ini angka kejadian anemia pada ibu hamil masih tinggi dimana pada tahun 2016 sekitar 35% dan pada tahun 2017 meningkat sebanyak 50% di Kelurahan macanang wilayah kerja UPTD Puskesmas watampone Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia pada ibu hamil di Kelurahan macanang wilayah kerja UPTD Puskesmas Watampone Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif &nbsp;dengan pendekatan crosssectional penarikan sampel dalam&nbsp; penelitian ini &nbsp;menggunakan tekhnik Total sampling dan jumlah sampel sebanyak 39 responden, Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh Usia kehamilan terhadap kejadian&nbsp; anemia pada ibu hamil hal ini di buktikan dengan Hasil uji X<sup>2 </sup>Hit&nbsp; &gt; X<sup>2 </sup>Tabel atau 25,69 &gt; 5,99 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh&nbsp; antara umur kehamilan&nbsp; dengan kejadian anemia pada ibu hamil, Dari hasil ditemukan&nbsp; bahwa X<sup>2</sup>Hit &gt;X<sup>2</sup>Tabel atau 15,01 &gt; 5,99 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Ada pengaruh usia kehamilan ibu &nbsp;dan status gizi ibu hamil terhadap kejadian Anemia.</p> Hasnidar Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Vokasional 2020-06-29 2020-06-29 5 1 34 39 HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMPE TAHUN 2019 http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv/article/view/317 <p>Depresi menjadi salah satu problem gangguan mental yang sering ditemukan pada lanjut usia. Masalah masalah psikologi yang dialami lansia menyebabkan lansia kehilangan minat dan kegembiraan, konsentrasi berkurang, merasa bersalah dan tidak berguna, pandangan masa depan yang suram dan psemistik serta menurunnya harga diri dan kepercayaan diri, yang akhirnya menimbulkan depresi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kejadian Depresi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Tempe Tahun 2019.&nbsp; Desain penelitian ini adalah Analitik Cross sectional<em>.</em> Populasinya semua lansia binaan di wilayah kerja puskesmas tempe tahun 2019&nbsp; berjumlah 55 orang. Sampelnya berjumlah 55 orang. Tehnik sampling menggunakan Total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data <em>editing, coding, scoring, tabulating</em> dan analisis menggunakan uji <em>chi-square</em>. Hasil penelitian 19 Orang (35.5%) lansia tidak mendapatkan dukungan dari keluarga dan yang mengalami depresi sebanyak 16 Orang (29.1%). Berdasarkan uji <em>chi-square</em> menunjukkan bahwa nilai signifikansi <em>p</em> = 0,001&lt;&nbsp; (0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak.&nbsp; Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan Dukungan Sosial Keluarga Dengan Kejadian Depresi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Tempe Tahun 2019</p> Hasnidar Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Vokasional 2020-06-29 2020-06-29 5 1 40 46 PERSEPSI AKSEPTOR KB DALAM PENGGUNAAN KB NON HORMONAL DI PUSKESMAS UJUNG PANDANG BARU KOTA MAKASSAR http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv/article/view/323 <p>Kontrasepsi&nbsp; berasal dari kata ‘Kontra’ yang berarti mencegah atau menghalangi dan ‘konsepsi’ yang berarti pembuahan atau pertemuan antara sel telur dengan sperma. Jadi Kontrasepsi dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur dengan sel sperma. KB Non Hormonal merupakan alat kontrasepsi yang tidak mengandung Hormon Sehingga, penggunaanya tidak mempengaruhi kondisi Hormonal dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Persepsi Akseptor KB dalam penggunaan KB Non Hormonal di Puskesmas Ujung Pandang baru Kota Makassar. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan cara aksidental dengan jumlah sampel sebanyak 30 Akseptor. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian dilakukan dengan penggunaan kuesioner. Data yang dikumpulkan dilakukan uji statistic chi square. Berdasarkan uji statistik dapat dideskripsikan bahwa dari 30 Akseptor yang memiliki persepsi kurang sebanyak 19 orang (63,3%) dan Akseptor yang memiliki persepsi yang baik sebanyak 11 orang (36,7%).</p> Hasnaeni Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Vokasional 2020-06-29 2020-06-29 5 1 47 51 PERBEDAAN ANTARA PENINGKATAN BERAT BADAN PADA IBU USIA SUBUR PENGGUNA KONTRASEPSI HORMONAL SUNTIK DAN PIL DI PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jkv/article/view/350 <p>Penggunaan kontrasepsi KB suntik dan KB oral (Pil) dalam waktu tertentu dapat menimbulkan berbagai efek samping salah satunya perubahan berat badan namun demikian, berat badan yang bertambah tidak terlalu besar , hal ini bervariasi antara 1 kg sampai dengan 5 kg dalam tahun pertama. Sebagian besar wanita dari pasangan usia subur yang menjadi akseptor KB suntik dan KB oral (Pil) mengalami peningkatan berat badan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan berat badan pengguna kontrasepsi hormonal dan suntik di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional study, sampel pada penelitian ini adalah akseptor pil dan suntik sebanyak 38 orang. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data primer dengan tekhnik pengambilan sampel yaitu purpossive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 38 responden, berdasarkan hasil uji statistik dengan sampel T-test yang dilakukan maka ada perbedaan peningkatan berat badan antara akseptor pil pre dan posttest (0,001) dan akseptor suntik pil pre dan posttest (0,000). Disarankan agar pemakaian alat kontrasepsi hormonal dipertimbangkan bagi ibu yang mempunyai kecendrungan kenaikan berat badan yang cepat, begitu juga bagi akseptor yang telah menggunakan ± 1 tahun agar ganti cara alat kontrasepsi</p> Syamsuryanita Copyright (c) 2020 Jurnal Kebidanan Vokasional 2020-06-29 2020-06-29 5 1 52 59