http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/issue/feed Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology 2020-06-09T02:54:22+00:00 Open Journal Systems <p>Bagi anda yang bergelut dalam bidang kefarmasian, tentu referensi ini akan menjadi sangat penting guna meningkatkan pengetahuan dan referensi anda berkaitan dengan bidang ilmu tersebut. Kami sangat terbuka untuk menerima berbagai masukan dan saran dalam rangka perbaikan jurnal ini di masa yang akan datang.</p> http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/199 UJI EFEKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia) 2020-06-06T02:13:31+00:00 Rahmatullah Muin rahmatullah@stikesnh.ac.id <p>Tanaman kembang bulan berkhasiat sebagai obat diabetes. Kandungan kimia dari daun, kulit batang dan akar tumbuhan kembang bulan mengandung saponin, polifenol dan flavanoid. Penelitian ini dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, mencit kelompok P1, P2, P3, Kontrol positif, dan Kontrol negatif dipuasakan selama 8 jam kemudian diinduksi glukosa, 1 jam setelah diinduksi kelompok P1,P2,P3 positif diabetes. P1, P2, P3 diberikan perlakuan 19 mg, 47 mg, dan 75 mg ekstrak etanol daun kembang bulan sedangkan kontrol positif diberikan metformin dan kontrol negatif diberikan Na-CMC. Persentase efektivitas pemberian ekstrak etanol daun kembang bulan dengan variasi berat 19 mg, 47 mg dan 75 mg berturut-turut sebagai berikut 42%, 32% dan 17%. Berdasarkan data hasil pengamatan tersebut dapat dilihat bahwa persentase penurunan kadar glukosa darah secara maksimal diperoleh pada saat pemberian ekstrak daun kembang bulan 19 mg sebesar 42%. Dapat disimpulkan ekstrak etanol kembang bulan dapat memberikan efek penurunan kadar gula darah.</p> 2019-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/211 ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FUNGI ENDOFIT DAUN DAN UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia Merr) SEBAGAI PENGHASIL SENYAWA ANTI OKSIDAN 2020-06-06T02:40:10+00:00 Andi Arfah andiarfah@gmail.com <p>Fungi endofit adalah kelompok fungi yang sebagian atau seluruh hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan hidup dan biasanya tidak merugikan pada inangnya. Fungi endofit umumnya memproduksi metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis yang bermanfaat. Metabolit fungi endofit memiliki aktivitas senyawa- senyawa seperti anti kanker, anti virus, anti bakteri dan anti oksidan. Sumber-sumber antioksidan dapat berupa antioksidan sintetik maupun antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fungi endofit dari tanaman bawang dayak sebagai sumber penghasil senyawa antioksidan dan mengetahui golongan senyawa antioksidan yang dihasilkan. Isolasi fungi endofit dilakukan dengan metode tanam langsung (direct seed plant) pada media PDA yang ditambahkan kloramfenikol 0,005% b/v. Identifikasi fungi endofit secara molekuler serta uji mikroskopik. Pengukuran aktivitas antioksidan dari ekstrak hasil fermentasi menggunakan metode penangkap radikal bebas DPPH. Identifikasi golongan senyawa antioksidan dilakukan dengan metode pereaksi warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 isolat fungi dari daun Bawang Dayak dengan kode DBD1, DBD2 dan DBD3 serta 1 isolat fungi dari umbi Bawang Dayak dengan kode UBD. Analisi hasil BLAST menunjukkan kekerabatan isolat UBD, DBD1 dan DBD3 ke dalam jamur marga Aspergillus. Namun perkerabatan spesies DBD3 lebih dekat dengan Aspergillus tamari isolat 27-M-3 daripada UBD dan DBD1, Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak hasil fermentasi dan ekstrak etil asetat positif mengandung alkaloid dan flavonoid. Hasil uji KLT autografi dengan menggunakan pereaksi DPPH menunjukkan ekstrak hasil fermentasi dan ekstrak etil asetat positif mengandung antioksidan. Perhitungan Kadar IC50 (bpj) dari ekstrak hasil fermentasi yang termasuk sebagai antioksidan sedang adalah umbi bawand dayak sebesar 215,72 bpj dan daun bawang dayak 1 sebesar 164,29 bpj. Sedangkan yang termasuk sebagai antioksidan lemah adalah daun bawang dayak 2 sebesar 348,32 bpj dan daun bawang dayak 3 sebesar 368,06 bpj. Hal ini menunjukkan bahwa isolat fungi daun dan umbi bawang dayak memiliki kemampuan sebagai antioksidan sedang.</p> 2019-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/208 IDENTIFIKASI KANDUNGAN GLIKOSIDA PADA KULIT BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus) YANG BERASAL DARI TANETE RILAU KABUPATEN BARRU 2020-06-06T02:36:13+00:00 Hasma hasma@stikesnh.ac.id <p>Telah dilakukan penelitian identifikasi senyawa glikosida pada ekstrak Kulit Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus) yang bearasal dariTanete Rilau Kabupaten Barru dengan tujuan untuk mengidentifikasi senyawa glikosida. Penelitian ini dilakukan dengan cara Eksperimen Laboratorium. Kulit Buah Nangka diekstraksi secara Refluks dengan pelarut metanol, ekstrak metanol diekstraksi lagi dengan Eter dan n-Butanol. Ekstrak n-Butanol diidentifikasi Glikosidanya dengan reaksi kimia dan Kromatografi Lapis Tipis. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa didalam ekstrak Kulit Buah Nangka (Artocarpus heterophyllus) mengandung senyawa glikosida dengan cara mengidentifikasi dengan Kromatografi Lapis Tipis.</p> 2019-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/204 UJI ANTI INFLAMASI EKSTRAK ETANOL BATANG BINAHONG (Andedera cardivolia Ten) TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus Novergicus) DI INDUKSI DENGAN ALBUMIN 1 % 2020-06-06T02:24:54+00:00 Suryanita suryanita@stikesnh.ac.id <p>Penelitian tentang Uji antiinflamasi ekstrak etanol batang binahong (Andredera cordivolia Ten) terhadap tikus putih (Rattus norvegicus) diinduksi albumin 1% telah dilakukan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol batang binahong (Andredera cordivolia Ten) pada tikus putih, yang dibandingkan dengan Na- Diklopenak. Metode penelitian ini, meliputi ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, Masing-masing dibuat konsentrasi ekstrak batang binahong (Andedera cordifolia Ten) 5%, 10% dan 15%.Uji antiinflamasi ini menggunakan metode penghambatan udem kaki tikus. Tikus yang digunakan sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, setiap kelompok terdiri dari 3 tikus. Kelompok I sebagai kontrol positif diberi Na-CMC 1%, kelompok II sebagai kontrol negatif diberi natrium diklofenak, kelompok III, IV, dan V, masing – masing diberi ekstrak dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Perlakuan ini diberikan secara oral, dan pengukuran volume udem berturut-turut setiap 0,5 menit selama 3 jam. Data volume udem yang diperoleh dihitung persentase daya antiinflamasi dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian yaitu, Na CMC 1% (-7,11%), Na, Diklofenak (-1,44%), ekstrak 5% (-45,60%), ekstrak batang 10% (-15,54%), dan ekstrak 15% (-19,62%). Hal ini menunjukan bahwa ekstrak etanol batang binahong pada semua konsentrasi memberikan hasil yang non signifikan (tidak berefek).</p> 2019-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/200 FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) 2020-06-06T02:16:24+00:00 Muthmainna B muthmainna@stikesnh.ac.id <p>Tanaman buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional. Untuk mengatasi batuk, diabetes, rematik, dan jerawat. Buah belimbing wuluh kaya flavanoid, glikosida dan steroid. Senyawa flavanoid dalam buah belimbing wuluh berkhasiat sebagai antibakteri alami untuk jerawat. Salah satu sediaan yang tepat untuk mengobati jerawat adalah gel. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi gel anti jerawat ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang memenuhi persyaratan stabilitas pada sediaan gel. Ekstrak buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai zat aktif gel yang dibuat dalam 3 formula dengan konsentrasi 5%, 10%. 15%. Uji stabilitasi gel yang dilakukan meliputi, uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya, uji waktu tuang, uji waktu kering dan uji sensitivitas (iritasi). Kesimpulan dari penelitian tersebut gel yang terbaik formulasi 10% dengan pH 4, daya sebar 7,6, waktu kering 14 menit 7 detik dan tidak teriritasi, yang telah memenuhi pH, daya sebar dan waktu kering yang baik.</p> 2019-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/226 SUMBER ALTERNATIF BAHAN BAKU OBAT THYPOID DARI HERBA DAUN MENGKUDU ( Morinda citrifolia L.) TERHADAP BAKTERI Salmonella sp 2020-06-06T05:57:36+00:00 Ferna Indrayani ferna@stikesnh.ac.id Muthmainnah B muthmainna@stikesnh.ac.id Reski Yalatri Wirastuty resky@stikesnh.ac.id <p>Mengkudu (Morinda citrifolia L) adalah tanaman yang sejak lama digunakan masyarakat sebagai bahan makanan sekaligus pengobatan. Salah satu bagian dan tumbuhan mengkudu(Morinda citrifolia L) dapat digunakan sebagai obat adalah daun. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui apakah daun mengkudu (Morinda citrifolia) mengandung senyawa aktif sebagai bakterisida terhadap Salmonella sp.. Penelitian ini merupakan orservasi langsung pada laboratorium dengan tahapan meliputi . Ekstraksi senyawa aktif daun mengkudu , uji aktivitas antibakteri, identifikasi ekstrak daun mengkudu, kemudian analisa data. Adapun hasil dari penelitin ini yaitu menujukkan bahwa ekstrak etanol daun mengudu (Morinda citrifolia L) mengandung flavonoid dengan nilai Rf 0,89, alkaloid dengan nilai Rf 0,30, saponin dengan nilai Rf 0,78, dan tannin dengan nilai Rf 0,60sedangan metode spektrofotometri UV-Vis dengan konsentrasi 20ppm dengan nilai absorben 0,149,konsentrasi 40ppm dengan nilai absorben 0,214, konsentrasi 60ppm dengan nilai absorben 0,306, konsentrasi 80ppm dengan nilai absorben 0,395 dan konsentrasi 100ppm dengan nilai absorben 0,480. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa herba daun mengkudu (Morinda citrifolia) mengandung senyawa aktif bakterisida yaitu flavonoid, alkaloid, saponin dan tannin.</p> 2019-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/209 IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA DARI TANAMAN REBUNG BAMBU KUNING (Bambusa Vulgaris) MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) 2020-06-06T02:37:29+00:00 Andi Nurpati Panaungi andinurpati@stikesnh.ac.id <p>Tumbuhan atau tanaman yang digunakan sebagai obat herbal rebung bambu kuning (Bambusa vulgaris) banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pengobatan tradisional. Tujuan dilakukan penelitian identifikasi senyawa kimia ekstrak rebung bambu kuning (Bambusa vulgaris) untuk mengetahui senyawa flavanoid yang terdapat pada sampel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu mengekstraksi senyawa menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol, selanjutnya dengan pelarut eter dan pelarut etil asetat. Pemisahan komponen kimia ekstrak rebung bambu kuning (Bambusa vulgaris) dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis. Pada ekstrak metanol dengan eluen etil asetat:HCL:aquadest (4:1:5) menghasilkan 2 noda, ekstrak eter dengan eluen etil asetat:HCL:aquadest (4:1:5) menghasilkan 1 noda, dan pada ekstrak etil asetat dengan eluen etil asetat:HCL:aquadest (4:1:5) menghasilkan 1 noda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat noda pada lempeng dan senyawa flavanoid.</p> 2019-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/207 UJI STABILITAS FISIK GEL DARI EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG KAYU JAWA (Lannea coromandelica) PADA BASIS NA-CMC DAN KARBOPOL 934 2020-06-06T02:34:28+00:00 Yusnita Usman yusnita@stikesnh.ac.id <p>Kayu jawa (Lannea coromandelica) telah terbukti secara empiris memiliki aktivitas antioksidan. Tumbuhan ini memiliki kandungan kimia berupa tanin, flavonoid, saponin, glikosida, fenol. Dilakukan penelitian uji stabilitas fisik gel dari ekstrak etanol kulit batang kayu jawa (Lannea coromandelica) pada basis Na-CMC dan Karbopol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas formulasi yang paling baik dari gel ekstrak etanol kulit batang kayu jawa (Lannea coromandelica) dengan basis gel Na-CMC dan Karbopol 934. Ekstrak diperoleh dari hasil refluks dengan etanol 70% sebagai cairan penyari. Konsentrasi ekstrak untuk pembuatan gel adalah 5%. Uji stabilitas sediaan gel yang dilakukan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar dan konsistensi. Analisis data dilakukan secara manual dan disajikan dalam bentuk tabel. Gel dengan basis Na-CMC memenuhi 4 uji parameter sediaan gel, yakni uji organoleptis homogenitas, pH dan uji konsistensi. Sedangkan daya sebar gel belum memenuhi standar. Gel dengan basis Karbopol 934 memenuhi 4 uji parameter sediaan gel yakni uji organoleptis, pH, daya sebar,dan uji konsistensi. Sedangkan hasil uji homogenitas belum memenuhi standar.</p> 2019-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/202 IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA YANG TERKANDUNG PADA DAUN MURBEI (Morus alba L) 2020-06-06T02:21:29+00:00 Reski Yalatri Wirastuty resky@stikesnh.ac.id <p>Murbei (Morus alba L) di indonesia dikenal sebagai tanaman yang digunakan sebagai makanan ulat sutera dan juga dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Secara tradisional, daunnya digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Pada penelitian ini telah dilakukan identifikasi senyawa kimia yang terkandung pada Murbei (Morus alba L) dari Sulawesi Selatan. Daun Murbei (Morus alba L) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pearut etanol. Pemisahan dan pemurnian dilaksanakan dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis. Hasil kromatografi dengan fase diam silica gel dan fase gerak etil asetat : n-heksan dengan perbandingan 7:3 dengan ini diperoleh 7 noda. Flavanoid dengan nilai Rf (0,98), (0,90), (0,87),Tanin dengan nilai Rf (0,8), Alkaloid dengan nilai Rf (0,69), Saponin dengan nilai Rf (0,45),(0,30). Dimana daun Murbei (Morus alba L) positif mengandung Alkaloid, Saponin, Tanin, Flavanoid.</p> 2019-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/258 UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN LABU PUTIH (Lagenaria siceraria L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus 2020-06-09T02:54:22+00:00 La Sakka lasakka01@yahoo.com <p>Antibakteri adalah senyawa yang digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri yang bersifat merugikan. Pengendalian pertumbuhan mikroorganisme bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit dan infeksi dan mencegah pembusukan serta kerusakan bahan oleh mikroorganisme.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun labu putih terhadap bakteri staphylococcus aureus. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode gores. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 juni 2019. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi daun labu putih dengan menggunakan pelarut etanol 96% selanjutnya dilakukan uji skrining menggunakan mikroba uji terhadapekstrak etanol dari daun labu putih dengan menggunakan konsentrasi 0,5%, 1% dan 2%. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun labu putih memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Konsentrasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji Staphylococcus aureus adalah 2%.</p> 2019-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology