Loss To Follow Up Pada ODHA Yang Menerima Terapi Antiretroviral Di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba

  • Haerati Haerati STIKES Panrita Husada Bulukumba
  • Suriah Suriah STIKES Panrita Husada Bulukumba
  • Fatmah Afrianty Gobel STIKES Panrita Husada Bulukumba
Keywords: Loss to follow up, Antiretroviral

Abstract

Persentase loss to follow up (LTFU) pada satu tahun pertama terapi ARV menjadi indicator keberhasilan terapi ARV. ODHA yang mengalami LTFU dapat mengakibatkan penghentian pengobatan, toksisitas obat, kegagalan pengobatan karena ketidakpatuhan, dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapan, mengapa, bagaimana dan apa rencana selanjutnya ODHA loss to follow up yang menerima terapi ARV. Penelitian ini menggunakan methode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Populasi penelitian ini adalah ODHA yang menerima terapi ARV lalu loss to follow up di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba. Sampel penelitian yaitu tiga orang LTFU. Informan berjumlah 11 orang berasal dari dokter, Petugas penanganan HIV dan AIDS, PMO (Keluarga) dan ODHA LTFU. Hasil penelitian menunjukkan.Informan yang berasal dari LTFU memiliki pengetahuan yang kurang tentang HIV dan AIDS serta pengobatan antiretroviral. Informan yang LTFU tidak percaya dengan pengobatan ARV karena merasa tidak memberikan manfaat bagi kondisi tubuhnya dan tidak terbentuk komitmen dalam diri untuk minum obat seumur hidup. ODHA memutuskan pengobatan karena tidak sanggup menahan efek samping dan adanya kejenuhan dalam menjalani pengobatan ARV. ODHA yang LTFU mendapatkan dukungan social dari petugas dan LSM serta PMO berupa dukungan emosional, penghargaan dan informasional. Namun, tidak banyak mendapat dukungan dari keluarga karena takut akan adanya stigma dan diskriminasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hardiansyah, dkk 2014. Repository. unhas.ac.id (Diakses 28 Januari 2017)

Ditjen PP dan PL Kementerian Kesehatan RI, Statistik Kasus HIV dan AIDS di Indonesia, 2015

Kemenkes RI. 2014. Laporan Perkembangan HIV-AIDS Triwulan IV Tahun 2013. Jakarta : Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Terapi Antiretroviral 2011. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Jakarta: 2011

Notoatmodjo, S., 2010. Promosi Kesehatan : Teori dan Aplikasi. Edisi Revisi 2010 Jakarta. Rineka Chipta.

Depkes RI. 2006. Situasi HIV/AIDS di Indonesia Tahun 1987-2006. Jakarta : Depkes RI.

AIDSINA, 2007. Prosedur Layanan Konseling Tes HIV Sukarela dan Terapi ARV. Yayasan Citra Usadha Indonesia/ Ford Foundation: Indonesia

Mahardining, A.B., Hubungan antara Pengetahuan, Motivasi dan Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Terapi ARV ODHA. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Fu. T, Westergaard, P. Ryan, B. Lau, Celentano, D. David, D. Vlahov, H. S. Mehta, DD. G. Kirk. 2012. Changes In Seksual and drug-Related risk behavior Following antiretroviral therapy initation among HIV-infected Injection drug use. AIDS (London, England), 26 (18), pp. 2383-91. Available at : hhtp://europepmc.org

Gerver, S.M., T.R. Chadborn, f. Ibrahim, B. Vasta, V.C. Delpech, P.J.Easterbrook. 2010. High rate of loss to clinical follow up among African HIV-infected patients attending a London clinic:a retrospective analysis of a clinical cohort. Journal of the InternationalAIDS Society, 13, p.29. Available From : hhtp//www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=2924265&tool=pmcentrez&rendertype=abstract.

Published
2019-04-22
How to Cite
Haerati, H., Suriah, S., & Gobel, F. (2019). Loss To Follow Up Pada ODHA Yang Menerima Terapi Antiretroviral Di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba. Nursing Inside Community, 1(2), 55-60. Retrieved from http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/nic/article/view/58