Faktor-Faktor Risiko yang Mempengaruhi Manajemen Glukosa pada Pasien dengan Diagnosa Medis Diabetes Mellitus di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

  • Amriati Mutmainna STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Keywords: Usia, Kadar Gula Darah, Indeks Massa Tubuh, Jenis Kelamin, Manajemen Glukosa, Riwayat Merokok

Abstract

Diabetes adalah kondisi kesehatan seumur hidup yang serius yang terjadi ketika jumlah glukosa dalam darah terlalu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah penilaian manajemen glukosa pasien yang didiagnosis dengan diabetes mellitus. Desain penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif. Tujuh puluh dua (72) responden diambil sebagai subyek dalam penelitian ini. Frekuensi, persentase, nilai mean, dan chi-square digunakan untuk mengetahui data kuantitatif. Rating penilaian untuk manajemen glukosa berkisar dari “tingkat sangat tinggi” hingga “tingkat rendah”. Mayoritas peserta di 2 rumah sakit ditemukan lebih dari 45 tahun (44 atau 61,1%), peserta perempuan (47 atau 65,3%), memiliki gula darah tinggi (53 atau 73,6%), memiliki berat badan normal (29 atau 40,3%), dan bukan perokok (53 atau 73,6%). Selain itu, tidak ada perbedaan signifikan dari manajemen glukosa menurut usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh dan riwayat merokok. Tapi kemudian, ada perbedaan signifikan pada manajemen glukosa peserta saat dikelompokkan berdasarkan kadar gula darah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen glukosa yang buruk yang didapatkan dari para responden. Penilaian manajemen glukosa ini dianggap sebagai pendekatan yang efektif untuk mengatasi berbagai kondisi pasien diabetes mellitus. Dengan kata lain, peneliti berkontribusi untuk kepentingan pasien diabetes mellitus mengingat kemampuan untuk mengontrol gula darah untuk pasien diabetes mellitus adalah peran penting dalam memiliki gaya hidup sehat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Diabetes Association (ADA). (2008). Nutrition Recommendations and Inervention for Diabete. Diabetes Care, 31 (Suppl. 1): 61-78. Retrieved from http://www.care.diabetesjournals.org

American Cancer Society. (2016). Normal Weight Ranges: Body Mass Index (BMI). Retrieved from https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/diet-physical-activity/body-weight-and-cancer-risk/adult-bmi.html

Azwar, A. (1985). Epidemiologi Hipertensi. Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Chang, S. A. (2012). Smoking and Type 2 Diabetes Mellitus. Diabetes & Metabolism Journal; 36(6): 399-403. doi: 10.4093/dmj.2012.36.6.399

Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI). (2008). Pedoman Pengendalian Diabetes Mellitus dan Penyakit Metabolik. Jakarta.

Fatimah. (2016). Hubungan faktor personal dan dukungan keluarga dengan manajemen diri penderita diabetes mellitus di posbindu wilayah kerja puskesmas pisangan kota Tangerang Selatan tahun 2016. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Magee, E. (2004). Tell me what to eat if I have diabetes, Hidup lebih baik bersama diabetes: Dilengkapi metode diet & Informasi Nutrisi. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia.

Mooradian, A. D., McLaughlin, S., Boyer, C. C., and Winter, J. (1999). Diabetes Care for Older Adults. Diabetes Spectrum: Volume 12, Number 2, pp 70-77. Retrieved from http://journal.diabetes.org/diabetesspectrum/99v12n2/pg70.htm

Patja, K., Jousilahti, P., Hu, G., Valle, T., Qiao, Q., Tuomilehto, J. (2005). Effects of smoking, obesity and physical activity on the risk of type 2 diabetes in middle-aged Finnish men and women. Journal of Internal Medicine; 258(4):356-362. doi: 10.1111/j.1365-2796. 2005.01545.x

Santoso M, Lian S, Yudy. (2004). Gambaran Pola Penyakit Diabetes Melitus di Bagian Rawat Inap RSUD Koja 2000-2004. Jakarta.

Schmitt, A., Gahr, A., Hermaanns, N., Kulzer, B., Huber, J., and Haak, T. (2013). The Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ): Development and evaluation of an instrument to assess diabetes self-care activities associated with glycaemic control. Health and Quality of Life Outcomes; 11:138. Retrieved from http://doi.org/10.1186/1477-7525-11-138

Sucipto, A. and Rosa, E. M. (2014). Efektifitas konseling diabetes mellitus dalam meningkatkan kepatuhan dan pengendalian gula darah pada diabetes mellitus tipe 2. Muhammadiyah Journal Nursing. Retrieved from journal.umy.ac.id/index.php/ijnp/article/download/637/796

Syatriani, S. (2017).Tingkatkankualitashiduppenderita DM tipe 2 melaluikeluarga. Retrieved from http://rakyat sulsel.com/tingkatkan-kualitas-hidup-penderita-dm-tipe-2-melalui-keluarga.html

The Lancet. (2017). Obesity and diabetes in 2017: A new year. The Lancet; Vol.389, No.10064.doi: http://dx.doi.org/10. 1016/S0140-6736(17)30004-1

Winter, W. E. and Signorino, M. R. (2002). Diabetes mellitus: Pathophysiology, etiologies, complications, management, and laboratory evaluation. Washington, DC: AACC Press

World Health Organization (WHO). (2017). Diabetes. Retrieved from http://www.who.int/mediacentre/fact sheets/fs312/en/

Published
2019-04-22
How to Cite
Mutmainna, A. (2019). Faktor-Faktor Risiko yang Mempengaruhi Manajemen Glukosa pada Pasien dengan Diagnosa Medis Diabetes Mellitus di Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Nursing Inside Community, 1(2), 61-67. Retrieved from http://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/nic/article/view/59