https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/issue/feedDiagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan2026-02-28T13:45:51+00:00Wa Mina La Isa[email protected]Open Journal Systems<p>Journal Tittle : Diagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan</p> <p>Frequency : 4 issues per year (February, May, August, & November)</p> <p>DOI : Prefix 10.35892</p> <p>Print ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1344569942"><strong>2302-1721</strong></a></p> <p>Online ISSN : <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1344997109">2302-2531</a></strong></p> <p>Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar</p> <p>Indexed : <strong><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/17115" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a> | <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=E6dhHpAAAAAJ&hl=id&authuser=1" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> </strong></p> <p>Diagnosis: Scientific Health Journal is a journal that publishes scientific articles in the form of research results and literature reviews in the field of health in general, including Nursing, Midwifery, Nutrition, Medical Laboratory Technology, and General Health Journal.</p> <p>Full access to Diagnosis: Scientific Health Journal is only available through our official website. Any content or information circulating outside of the official website is beyond our responsibility.</p> <p>The Nani Hasauddin Health Sciences College online journal has partnered with the Association of Indonesian Nursing Education Institutions (AIPNI) Regional XII. click here <a href="https://drive.google.com/file/d/1IMlpyaAZS4eIskLliwM3cXEnEDCS_BDn/view?usp=drive_link">MOU AIPNI</a></p> <p> </p>https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/3036Peran Edukasi Travel Medicine Dalam Pencegahan Travele’s Diarrhea Pada Pelaku Perjalanan : Systematic Literature Review2026-02-18T07:52:59+00:00I Dewa Agung Kanda Awidya Rama[email protected]Dzulfikar Fatih[email protected]Tristan Fajar Nugraza Wijaya Putra[email protected]Carolina Maris Inggrid[email protected]Angelita Tunggala[email protected]Gusti Raisa Islami Nayyara[email protected]<p><em>Traveler's diarrhea</em> merupakan masalah kesehatan tersering pada pelaku perjalanan internasional dengan prevalensi 20-60%, menimbulkan morbiditas signifikan dan kerugian ekonomi. Edukasi <em>travel medicine</em> menjadi strategi preventif fundamental namun efektivitasnya masih memerlukan sintesis evidens komprehensif. Tujuan menganalisis secara sistematis peran edukasi <em>travel medicine</em> dalam pencegahan <em>traveler's diarrhea</em> berdasarkan evidens ilmiah terkini. Metode <em>Systematic literature review</em> mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan pencarian pada lima basis data elektronik (PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, Springer Link) untuk publikasi tahun 2021-2025. Sepuluh studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan naratif tematik. Hasil penelitian Intervensi edukasi kesehatan perjalanan konsisten meningkatkan pengetahuan preventif dengan rentang 28,4-90%. Konsultasi pra-perjalanan dan penyuluhan komunitas merupakan modalitas tersering. Komponen kunci meliputi personalisasi risiko, informasi praktis, keterlibatan partisipatif, dan berbasis evidens. Kesenjangan pengetahuan-praktik masih terjadi karena hambatan <em>capability</em>, <em>opportunity</em>, dan <em>motivation</em>. Kesimpulan: Edukasi <em>travel medicine</em> efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan <em>traveler's diarrhea</em>, namun memerlukan pendekatan komprehensif mengintegrasikan model perilaku, platform digital, dan strategi spesifik destinasi untuk mengoptimalkan translasi pengetahuan menjadi praktik preventif konsisten.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 I Dewa Agung Kanda Awidya Rama, Dzulfikar Fatih, Tristan Fajar Nugraza Wijaya Putra, Carolina Maris Inggrid, Angelita Tunggala, Gusti Raisa Islami Nayyarahttps://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/3038 Peran ATLM Dalam Pengembangan Dan Pelaksanaan Teknik Diagnostik Helicobacter Pylori : Tinjauan Literatur Terhadap Pemeriksaan Mikrobiologi Dan Molekuler2026-02-19T12:05:58+00:00Angga Pratama Putra[email protected]Agnes Cecilia[email protected]Stepany Teguh[email protected]Hanasia Hanasia[email protected]Rezjita Asti Pratiwi[email protected]Kezia Dona Gracia[email protected]Yuwita Laudya Christy[email protected]Gilbert Pahlawan Jonathan Gultom[email protected]<p>Helicobacter <em>Pylori (</em>H. <em>pylori</em>) adalah bakteri gram negatif berflagel yang ditemukan di saluran pencernaan dapat menyebabkan komplikasi serius bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Deteksi H. <em>pylori</em> dilakukan di laboratorium dengan pemeriksaan gold standar yaitu kultur dimana pemeriksaan dilakukan oleh seorang Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Systematic literature review dari 205 literatur dengan 17 literatur yang memenuhi kriteria inklusi mengenai berbagai metode diagnostik H. <em>pylori</em>, baik invasif maupun non-invasif. Tinjauan ini juga menyoroti peran penting seorang ATLM dalam seluruh tahapan pemeriksaan, mulai dari pengelolaan sampel, hingga validasi hasil. Terdapat beberapa spesimen untuk dilakukan pemeriksaan H. <em>pylori</em> yaitu biopsi lambung, feses, saliva, jaringan lambung, dan biopsi paru. Teknik diagnostik H. pylori mencangkup <em>Urea Breath Test</em> (UBT), <em>Stool Antigen Test</em> (SAT), rt-PCR (<em>real-time</em> PCR), ELISA, <em>Rapid Urease Test</em> (RUT), histologi, dan kultur. Biomarker untuk diagnosis dan terapi infeksi H. <em>pylori</em> yaitu Protein HpaA, gen VacA dan gen CagA.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Angga Pratama Putra, Agnes Cecilia, Stepany Teguh, Hanasia Hanasia, Rezjita Asti Pratiwi, Kezia Dona Gracia, Yuwita Laudya Christy, Gilbert Pahlawan Jonathan Gultomhttps://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jikd/article/view/3039Perbandingan Perbaikan Gejala Dispepsia Non-Bakterial Pada Pasien Yang Mendapatkan PPI Dan Antagonis Reseptor H2 : Systematic Literature Review2026-02-20T02:29:13+00:00I Dewa Agung Kanda Awidya Rama[email protected]Dzulfikar Fatih Fatih[email protected]Megisya Usmi Wabrieni Muharomah Muharomah[email protected]Yurin Esterina Marteti Marteti[email protected]Yohanes Deco Alexandro Relia Relia[email protected]Alex Sander Siahaan Siahaan[email protected]<p>Dispepsia non-bakterial merupakan gangguan gastrointestinal dengan prevalensi tinggi yang menunjukkan heterogenitas patofisiologis substansial, memerlukan pendekatan terapeutik optimal berbasis <em>evidens</em> kontemporer untuk mencapai <em>outcome</em> klinis maksimal. Tujuan: Menganalisis secara sistematis bukti ilmiah komparatif mengenai efikasi klinis, kecepatan onset kerja, durasi perbaikan gejala, dan profil keamanan <em>proton pump inhibitors</em> dibandingkan antagonis reseptor histamin-2 dalam manajemen dispepsia non-bakterial. Metode: <em>Systematic literature review</em> komprehensif melalui basis data elektronik PubMed, Scopus, Science Direct, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi 2021-2024 menggunakan kriteria inklusi ketat serta penilaian kualitas metodologis terstruktur. Hasil: Sepuluh studi berkualitas tinggi memenuhi kriteria inklusi menunjukkan tingkat respons terapeutik ekuivalen berkisar 30-60% tanpa diferensiasi superioritas absolut. Antagonis reseptor H2 memperlihatkan profil keamanan jangka panjang yang superior dengan tolerabilitas lebih baik, sementara <em>proton pump inhibitors</em> memberikan onset ameliorasi gejala lebih akselerasi namun berpotensi menginduksi komplikasi sistemik pada penggunaan berkepanjangan. Kesimpulan: Personalisasi terapi berdasarkan stratifikasi patofisiologis dan subtipe klinis esensial untuk optimalisasi outcome pasien, dengan pendekatan <em>step-down therapy</em> sebagai strategi terapeutik rasional.</p>2026-02-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 I Dewa Agung Kanda Awidya Rama, Dzulfikar Fatih Fatih, Megisya Usmi Wabrieni Muharomah Muharomah, Yurin Esterina Marteti Marteti, Yohanes Deco Alexandro Relia Relia, Alex Sander Siahaan Siahaan