Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht
<p>Jurnal Ilmu Kefarmasian dan Tekhnologi Herbal (<em>Journal Of Pharmaceutical Science And Herbal Technology</em>) P-ISSN: 2528-1534; E-ISSN: 2686-0449 terbit dalam dua kali setahun yakni pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya. Jurnal ini merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh STIKES Nani Hasanuddin dan diunduh secara daring (<em>open acces journal</em>). Jurnal ini merupakan publikasi yang focus pada penelitian ilmu farmasi dan tekhnologi herbal termasuk farmakologi, farmasetika, kimia farmasi, pelayanan kefarmasian, dan herbal <em>medicine</em>.</p> <p>Aksesibilitas. Jurnal ini menawarkan akses terbuka, yang berarti siapa pun dapat dengan bebas mengakses artikel-artikelnya. Hal ini sangat penting untuk menyebarluaskan berbagi pengetahuan dan melakukan penelitian kepada khalayak yang lebih luas.</p>id-ID[email protected] (Ferna Indrayani)[email protected] (Wa Mina La Isa)Jum, 28 Feb 2025 03:06:11 +0000OJS 3.2.1.1http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL BUAH UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L. Fructus)
https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/2254
<p>Ubi jalar ungu adalah salah satu ubi yang banyak ditemui di Indonesia, selain yang berwarna putih, kuning, dan merah. Warna ungu pada ubi jalar dikarenakan oleh adanya pigmen ungu antosianin yang menyebar dari bagian kulit sampai dengan daging ubinya, kandungan senyawa buah ubi jalar ungu salah satunya flavonoid yang memiliki khasiat antioksidan, salah satu jenis flavonoid yang terdapat dalam buah ubi jalar ungu yang berfungsi sebagai antioksidan yaitu zat warna alami yang disebut antosianin. Antosianin pada buah ubi jalar ungu mempunyai fungsi fisiologis sebagai antikanker, antibakteri, perlindungan terhadap kerusakan hati, penyakit jantung dan stroke. <strong>Tujuan</strong> dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa kimia apa saja yang terkandung dalam buah ubi jalar ungu (<em>Ipomoea batatas </em>L. <em>Fructus</em>). <strong>Metode</strong> yang digunakan yaitu uji tabung dan metode kromotografi lapis tipis (KLT). <strong>Hasil penelitian</strong> menyatakan skrining fitokimia ekstrak etanol buah ubi jalar ungu (<em>Ipomoea batatas </em>L. <em>Fructus</em>) mengandung senyawa alkaloid (+++), flavonoid (+++), tanin (+), saponin (+), dan steroid/terpenoid (+), adanya simbol positif yang berbeda pada pengujian senyawa menunjukan terbentuknya endapan yang banyak dan juga terbentuk endapan yang sedikit.</p>Rahmatullah Muin, Andi Nurpati Panaungi, Andi Irmadani
Hak Cipta (c) 2025 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/2254Jum, 28 Feb 2025 00:00:00 +0000FORMULASI MASKER GELL FEEL-OFF DARI EKSTRAK DAUN MANGGIS (Garcinia mangostana)
https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/2255
<p>Daun manggis banyak mengandung flavanoid, saponin, tanin. Daun manggis dapat digunakan sebagai antioksidan, Daun Manggis diketahui mengandung quersetin Quersetin diindikasikan sebagai flavonoid yang mempunyai kemampuan antioksidan paling kuat. Masker <em>gell feel-off</em> merupakan sediaan kosmetika perawatan kulit yang berbentuk gel dan setelah diaplikasikan ke kulit dalam waktu tertentu hingga mengering, sediaan ini akan membentuk lapisan film transparan yang elastis, sehingga dapat dikelupas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan dan pengujiaan masker <em>gell feel-off</em> dari ektrak daun manggis (<em>Garcinia mangostana</em>). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen dengan menggunakan metode maserasi untuk mendapatkan ekstrak kental daun manggis (<em>Garcinia mangostana</em>) kemudian dibuat dalam sediaan masker <em>gell feel-off</em>. Dalam penelitian ini di buat 3 formula dengan konsentrasi ektrak kental daun manggis yang berbeda-beda dengan variasi konsentrasi F1 2%, F2 4% ,F3 6%, dengan melakukan pengujian uji fisik, meliputi pengujian organoleptic, pH, homogenitas, dan waktu kering. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sediaan masker gell feel-off yang memenuhi syarat standar berdasarkan SNI adalah formulasi 2 dengan konsentrasi daun manggis sebanyak 2g yang memiliki warna coklat kehitaman, bentuk kental, merekat,aroma oleum citrus,pH 6, sediaan homogeny dan waktu kering 20 menit 22 detik</p>Muthmainnah B, Yusnita Usman, Afifah Rachman
Hak Cipta (c) 2025 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/2255Jum, 28 Feb 2025 00:00:00 +0000EFEKTIFITAS SENYAWA FLAVANOID EKSTRAK ETANOL DAN PERASAN DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) TERHADAP KECEPATAN PEMBEKUAN DARAH PADA MENCIT (Mus musculus)
https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/2256
<p><strong>Pendahuluan</strong>: Daun bandotan <em>(Ageratum conyzoides</em> L.) sangat berkhasiat dan dapat diolah serta dimanfaatkan sebagai obat untuk menyembuhkan sekaligus mencegah penyakit seperti demam, malaria, batuk, sakit perut, dan obat luka. Bandotan dapat digunakan sebagai obat tradisional karena mengandung senyawa fitokimia yang bermanfaat yang berperan dalam kecepatan pembekuan darah. <strong>Tujuan</strong>: Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen untuk mengetahui kandungan senyawa flavonoid dan efektivitas ekstrak etanol dan air perasan daun bandotan <em>(Ageratum conyzoides </em>L.<em>)</em> terhadap kecepatan pembekuan darah pada mencit. Metode yang digunakan <em>Metode duke</em>. Digunakan mencit jantan sebanyak 12 ekor kemudian dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor mencit. Kelompok 1 kontrol positif (Asam traneksamat injeksi), kelompok 2 ekstrak etanol daun bandotan (40%), kelompok 3 air perasan daun bandotan (40%), dan kelompok 4 kontrol negatif (Aquadest). Selanjutnya masing-masing dari kelompok mencit tersebut dilakukan perlakuan dengan pengambilan darah melalui pembuluh darah vena mencit, kemudian disimpan digelas arloji masing-masing 3 ml dan diberikan obat sesuai dengan kelompoknya dan dilakukan pengamatan kecepatan pembekuan darah. <strong>Hasil</strong>: Hasil penelitian menunjukkan ekstrak dan perasan daun bandotan positif mengandung senyawa flavonoid, dan kelompok yang paling cepat terjadi pembekuan darah adalah kelompok 1 kontrol positif (Asam traneksamat injeksi) 70 detik dan kelompok 3 (Ekstrak etanol daun bandotan 40%) yaitu 95 detik. Pemberian ekstrak daun bandotan dengan konsentrasi 40% lebih baik dibandingkan dengan air perasan daun bandotan terhadap kecepatan pembekuan darah.</p>Hasma, Suryanita
Hak Cipta (c) 2025 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/2256Jum, 28 Feb 2025 00:00:00 +0000SWAMEDIKASI DENGAN OBAT TRADISIONAL: STUDI EVALUATIF DI KELURAHAN CEMPANIGA, KABUPATEN MAROS
https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/2261
<p>The traditional medicine is a mixture of plant materials, animal materials, mineral materials, juice preparations (jamu) that have been used for generations to overcome health issues. The research aims to determine the use of traditional medicine for self-medication in the community of Cempaniga Village, Camba District, Maros Regency. The method used was descriptive non-experimental research. The data was collected based on interview instruments, observation, and questionnaire distribution using purposive sampling method. This research was conducted on June 12 to 19, 2024 with a population of 717 people, 183 men and 534 women. The results of this study indicate that the distribution data based on age is 41-65 years as much as 56.8% with the most gender is female as much as 55.7%, where the level of knowledge is in high school as much as 79.6%, and in terms of work there are 36.3% self-employed and 83.0% married status. Meanwhile, according to the use of medicinal plants commonly used by the community, there were 16 plants that were most widely used in the leaves as much as 66.0%, with the processing method boiled as much as 63.6%, for the use of drugs taken as much as 65.4%, the rules of use 1x a day as much as 46.6%, the purpose of using drugs to cure diseases as much as 100% and the reason for using drugs because they are inexpensive as much as 61.4%. The use of traditional medicine in Cempaniga Village for self-medication with a value of 97.7% can be considered as a good category.</p>Ferna Indrayani, Adinda Nisa Shakila
Hak Cipta (c) 2025 Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology
https://jurnal.stikesnh.ac.id/index.php/jpsht/article/view/2261Jum, 28 Feb 2025 00:00:00 +0000