Studi Literatur Terapi Audio Visual Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Post Operasi Sectio Caesarea

Authors

  • Hariani Hariani Politeknik Kesehatan Makassar
  • Naharia Laubo Politeknik Kesehatan Makassar
  • Sitti Rahmatia Politeknik Kesehatan Makassar
  • Kurnia Rahma Syarif Politeknik Kesehatan Makassar
  • A.Fia Damayanti Politeknik Kesehatan Makassar

DOI:

https://doi.org/10.35892/jikd.v17i3.1064

Keywords:

Audio, Musik, Nyeri, Section Caesarea

Abstract

Terapi audio visual musik merupakan salah satu teknik distraksi yang mampu memfokuskan perhatian pasien pada suatu hal atau melakukan pengalihan perhatian ke hal-hal diluar nyeri dan terapi metode non farmakologik yang diduga dapat menurunkan taraf nyeri dan kecemasan dimanapun, serta kapanpun jika nyeri muncul atau dirasakan. Audio visual sanggup menenangkan, mengangkat spirit, membuat mood berubah, serta lain-lain. Secara sederhana, audio visual diartikan menjadi media yang memiliki unsur gambar serta unsur suara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh terapi audio visual terhadap penurunan intensitas nyeri post operasi sectio caesarea. Metode : Metode yang digunakan melalui studi pustaka dengan cara tekstural/narasi dan dibuat sintesis GIRD. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 studi literature yang sesuai dengan inklusi picos pada table Hasil dan Analisis: Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pengaruh terapi audio visual music terhadap penurunan intensitas nyeri post operasi sectio caesarea ialah cara penanganan atau penyelesaian masalah yang mampu menurunkan nyeri yang dialami pasien section caesarea secara nonfarmakiologi dan efektif. Mudah dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja jika nyeri muncul atau dirasakan.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-08-31

How to Cite

Hariani, H., Laubo, N. ., Rahmatia, S. ., Syarif, K. R. ., & Damayanti, A. . (2022). Studi Literatur Terapi Audio Visual Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Post Operasi Sectio Caesarea. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 17(3), 116-123. https://doi.org/10.35892/jikd.v17i3.1064