HUBUNGAN ANTARA MOBILISASI DINI DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM RUPTUR TINGKAT I DAN II PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS TURIKALE MAROS

  • Uliarta Marbun STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Keywords: luka Perineum, Mobilisasi Dini

Abstract

Ibu yang melahirkan dengan ruptur perineum sampai saat ini perlu di perhatikan karena kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan luka perineum, kebersihan diri yang mengakibatkan infeksi. Karena itu mobilisasi sangat penting dalam mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi resiko terjadinya infeksi masa nifas, menganjurkan ibu mobilisasi dini karena tidak hanya mempercepat penyembuhan luka perineum tetapi juga memulihkan kondisi tubuh ibu jika dilakukan dengan benar dan tepat, mobilisasi dini atau gerakan mungkin bisa mencegah aliran darah terhambat, hambatan aliran darah bisa menyebabkan terjadinya infeksi pada luka perineum. Tujuan penelitian ini Mengetahui hubungan antara mobilisasi dini pada ibu nifas dengan penyembuhan luka perineum. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode fieid reseach, Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu post partum yang mengalami ruptur perineum sebanyak 34 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, data di kumpulkan melalui lembar observasi,Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara mobilisasi dini dan proses penyembuhan luka perineum dengan uji Chi-Square nilai ρ= 0,002, nilai  ρ < α 0.05.Dapat disimpulan bahwa ada hubungan antara mobilisasi dini terhadap penyembuhan luka pereneum pada ibu nifas di puskesmas turikale kabupaten maros. Sehingga di sarankan agar meneliti hubungan antara mobilisasi dini dengan penyembuhan luka perineum guna meningkatkan pengetahuan dan kemajuan dimasa yang akan datang.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-12-31
How to Cite
Marbun, U. (2019). HUBUNGAN ANTARA MOBILISASI DINI DENGAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM RUPTUR TINGKAT I DAN II PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS TURIKALE MAROS. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 14(4), 385-389. https://doi.org/10.35892/jikd.v14i4.297