Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis Secara In Vitro

Authors

  • Rizka Sofia Universitas Malikussaleh
  • Juwita Sahputri Universitas Malikussaleh
  • Helma Humairah Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.35892/jikd.v18i3.1538

Keywords:

Antibacterial, Aloe vera extract, Staphylococcus epidermidis

Abstract

Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri gram positif yang dapat menimbulkan infeksi nosokomial yang merugikan manusia. Tanaman herbal sering dipakai ekstraknya untuk mengobati berbagai penyakit, karena resistensi bakteri terhadap terhadap antibiotik menimbulkan beberapa konsekuensi. Adapun salah satu tanaman yang memiliki zat aktif sebagai antibakteri adalah daun lidah buaya, yang didalamnya terkandung seperti alkaloid, flavonoid dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji apakah ekstrak daun Lidah Buaya (Aloe vera) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian yang  diguanakan adalah metode posttest only control group design. Uji pengaruh ekstrak daun lidah buaya dilakukan dengan metode difusi dengan konsentrasi 50%, 75% dan 100% dengan kontrol positif kotrimoksazol dan kontrol negatif Dimethyl Sulfoxida (DMSO). Hasil penelitian didapatkan bahwa konsentrasi 50% menghasilkan rata-rata zona bening sebesar 7,1 mm, konsentrasi 75% menghasilkan rata-rata zona bening sebesar 7,6 mm dan konsentrasi 100% menghasilkan rata-rata zona bening sebesar 9,4 mm. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah semua konsentrasi ekstrak daun lidah buaya tidak memiliki daya efek antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis.

   Kata kunci: Antibakteri, Ekstrak Aloe vera, Staphylococcus epidermidis

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2023-12-29

How to Cite

Sofia, R. ., Sahputri, J., & Humairah, H. . (2023). Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus epidermidis Secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 18(3), 19-24. https://doi.org/10.35892/jikd.v18i3.1538