FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BRONKOPNEUMONIA PADA ANAK DI RSUD LABUANG BAJI PROVINSI SULAWESI SELATAN

Authors

  • Eka Handayani STIKES Nani Hasanuddin Makassar
  • Arlina Muhtar STIKES Nani Hasanuddin Makassar
  • Chaeruddin STIKES Nani Hasanuddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.35892/jimpk.v1i2.555

Keywords:

Bronkopneumonia, Lingkungan, Paparan Asap Rokok

Abstract

Bronkopneumonia adalah radang pada paru-paru yang mempunyai penyebaran berbecak, teratur dalam satu area atau lebih yang berlokasi didalam bronki dan meluas ke parenkim paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Bronkopneumonia pada Anak Di RSUD Labuang Baji PemProf Sul-Sel. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif analitik observasional dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional study dan dilaksanakanpada tanggal 06 desember 2017 sampai 06 Januari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah anak yang menderita Bronkopneumonia dan dirawat inap dan di poli di RSUD Labuang Baji PemProf Sul-Sel. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Non Probability sampling dan jumlah sampelnya 49 anak. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh Status Gizi dengan kejadian Bronkopneumonia pada anak Di RSUD Labuang Baji (p=0,000), ada pengaruh Status Imunisasi dengan kejadian Bronkopneumonia pada anak di RSUD Labuang Baji (p=0,02), ada pengaruh Paraparan Asap Rokok dengan kejadian Bronkopneumonia pada anak Di RSUD Labuang Baji (p=0,005), dan tidak ada pengaruh Lingkungan Rumah dengan kejadian Bronkopneumonia pada anak Di RSUD Labuang Baji. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh status gizi, status imunisasi, dan paparan asap rokok terhadap kejadian Bronkopneumonia, dan tidak ada pengaruh lingkungan rumah dengan kejadian Bronkopneumonia.

Downloads

Published

2021-08-31

How to Cite

Handayani, E., Muhtar, A. ., & Chaeruddin. (2021). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BRONKOPNEUMONIA PADA ANAK DI RSUD LABUANG BAJI PROVINSI SULAWESI SELATAN. JIMPK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 1(2), 129-135. https://doi.org/10.35892/jimpk.v1i2.555