Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Resiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Pada Anak Usia 3-6 Tahun Di TK Aisyiyah Bustanul Athfal I Tello Baru Makassar
DOI:
https://doi.org/10.35892/jimpk.v5i3.1950Keywords:
Pola Asuh Orang Tua, Resiko ADHDAbstract
ADHD (Attention defisit hyperactivity disorder) adalah sejenis gangguan perkembangan saraf yang menyebabkan masalah emosional dan perilaku pada anak-anak. Tiga gejala ADHD meliputi perilaku kurang perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Pada tahapan perkembangan anak usia prasekolah (3-6 Tahun), peran aktif orang tua dalam pengasuhan sangat diperlukan. Ada tiga jenis gaya pengasuhan yang secara konsisten digunakan oleh masyarakat umum untuk mendisiplinkan anak-anak mereka, yaitu demokratis, permisif, dan otoriter. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-15 Juni 2024. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan resiko ADHD pada anak usia 3-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal I Tello Baru Makassar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling, didapatkan 70 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji somers D gamma (p<0,05) untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan resiko ADHD pada anak usia 3-6 tahun (p=0,002). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola asuh orang tua (demokratis, otoriter, permisif) dengan resiko Attention defisit hyperactivity disorder (ADHD) pada anak usia 3-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal I Tello Baru Makassar dengan pola asuh yang paling tinggi beresiko ADHD adalah pola asuh otoriter.