Hubungan Self Efficacy Dengan Manajemen Stress Pada Siswa Di SMAN 23 Makassar
DOI:
https://doi.org/10.35892/jimpk.v5i2.1978Keywords:
Manajemen Stress, Remaja, Self EfficacyAbstract
Remaja seringkali penuh dengan tekanan dari berbagai aspek kehidupan, seperti tuntutan akademis, masalah sosial, perubahan fisik dan emosional, serta tekanan dari lingkungan sekitar. Self efficacy berfokus pada keyakinan dan kemampuan seseorang dalam situasi stress. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara self efficacy dengan manajemen stress pada siswa kelas XI di SMA Negeri 23 Makassar. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Non-eksperimen dengan pendekatan Cross Sectional Study. Strategi pengambilan sampling pada penelitian ini adalah probability sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang berisi pertanyaan tentang self efficacy dan manajemen stress. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 23 Makassar berjumlah 249 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 154 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakn uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 110 responden dengan self efficacy tinggi memiliki manajemen stress sedang. Sementara 20 responden dengan self efficacy rendah yang memiliki tingkat manajemen stress sedang. Sedangkan hanya 2,6% dengan self efficacy tinggi yang memiliki manajemen stress tinggi. Hasil uji statistic dengan chi-square diperoleh nilai ρ=0,230, nilai tersebut > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara self efficacy terhadap manajemen stres siswa kelas XI di SMA 23 Makassar. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin baik self efficacy siswa, maka semaikn baik pula kondisi manajemen stresnya