Pengaruh Edukasi Pemberian Air Rebusan Daun Sirsak Pada Penderita Hipertensi Di RSUD Labuang Baji Makassar
DOI:
https://doi.org/10.35892/jimpk.v4i2.1580Keywords:
Daun Sirsak, HipertensiAbstract
Latar Belakang: Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan diatolik 120 mmHg. Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten, di mana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Pada populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan teknik sampling dengan cara Accidental Sampling, maka pemeriksaan ini menggunakan strategi kuantitatif, dengan desain the one group pre test-post test, dimana pemberian kuesioner sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai air rebusan daun sirsak. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 35 orang. Kemudian dilakukan pengujian perbedaan dalam bentuk kuesioner pre dan post dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata nilai dari hasil uji Wilcoxon menggunakan SPSS dapat diketahui bahwa nilai p-value (0,763) uji Wilcoxon tersebut lebih besar α (0,05). Kesimpulan: Dapat di simpulkan bahwa tidak terdapat Pengaruh antara sebelum (pre test) dan sesudah (post test) pemberian kuesioner dan edukasi.



