Hubungan Tingkat Stres dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.35892/jimpk.v5i2.1928Keywords:
Diabetes Melitus Tipe II, Kadar Gula Darah, Tingkat StresAbstract
Diabetes Melitus tipe II adalah penyakit kronik yang umum terjadi pada orang dewasa yang meningkat dari tahun ke tahun. Penyakit ini diikuti dengan berbagai komplikasi. Pencegahan merupakan langkah pertama dalam meminimalisir komplikasi. Gula darah yang tinggi sering disebabkan oleh penderita diabetes yang tidak mengikuti gaya hidup sehat, seperti makan terlalu banyak atau kurang berolahraga. Selain itu, stres juga dapat menyebabkan tingginya gula darah pada penderita, Kortisol meningkat karena stres, yang merangsang gluconeogenesis dan menghambat produksi insulin. Oleh karena itu, peningkatan kortisol akan menyebabkan peningkatan gula darah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar pada bulan Juni-Juli 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Non-probability sampling dengan jenis Purposive sampling, di dapatkan 74 responden. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Diabetes Distress Scale-17 (DDS17) yang terdiri dari 17 pernyataan, lembar observasi, alat glucometer dan dianalisis menggunakan uji chi square (p<0,05), Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II (p=0.003). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat stres dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Pampang Kota Makassar.