Hubungan Self-Efficacy Dengan Manajemen Stres Pada Siswa (I) Di SMK Kartika XXI Makassar
DOI:
https://doi.org/10.35892/jimpk.v5i3.1984Keywords:
Efikasi Diri, Manajemen StresAbstract
Manajemen stres bisa diartikan sebagai kemampuan untuk mengontrol diri dalam menghadapi situasi, orang, atau kondisi yang menuntut lebih. Setiap individu memiliki cara berbeda dalam mengelola stres, termasuk dengan memiliki self-efficacy yang tinggi. Self-efficacy adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk mengendalikan situasi dan mencapai hasil yang diinginkan, serta kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi dalam hidupnya Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara self-efficacy dengan manajemen stres pada siswa(i) di SMK KARTIKA XX-I Makassar. Stres sering kali timbul dari tekanan yang berasal dari masalah pribadi, keluarga, sekolah, atau social. Stres dapat dipengaruhi oleh factor kepribadian berupa efikasi diri, bila seseorang yang memiliki self-efficacy yang rendah maka semakin rendah manajemen stress siswa(i). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional ,dengan populasi 187 siswa(i) teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling, khususnya simple random sampling total sampel 126 siswa(i). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner General Self-Efficacy Scale (GSES) 18 pertanyaan dan kuesioner manajemen stres 38 pertanyaan dan dianalisis dengan uji Chi-Square (p=0,05). Hasil Penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara self-efficacy dengan manajemen stress dengan nilai p=0,002, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan manajemen stres pada siswa(i) di SMK KARTIKA XX-I Makassar. Hal ini berarti semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki siswa maka akan semakin baik manajemen stres siswa begitupun sebaliknya.