FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK BALSEM DARI BAHAN AKTIF SEREH (Cymbogopon ciratus)

Authors

  • Rahmatullah Muin Stikes Nani Hasanuddin Makassar
  • La Sakka Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin
  • Muthmainna B Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.35892/jpsht.v1i1.1373

Keywords:

: sereh, minyak atsiri, destilasi, balsem

Abstract

Salah satu tumbuhan yang banyak digunakan dalam masyarakat yaitu sereh (Cymbopogon ciratus). Selain digunakan sebagai bumbu masakan juga merupakan tanaman herbal karena memiliki khasiat untuk kesehatan. Sereh (Cymbopogon ciratus) memiliki beragam senyawa kimia salah satunya yaitu minyak atsiri, minyak atsiri sereh (Cymbopogon ciratus) memiliki sifat analgetik dan antipiretik. Dalam pelitian ini telah dilakukan formulasi balsem  dari bahan aktif sereh (Cymbopogon ciratus) yang bertujuan untuk mengetahui konstentrasi minyak atsiri sereh (Cymbopogon ciratus) yang paling baik sebagai balsem, dimana digunakan sampel daun sereh sebanyak 500 gram, dalam pengambilan minyak atsiri menggunakan metode destilasi dan diperoleh minyak atsiri sebanyak 5 ml. pada penelitian ini dibuat balsem  dengan tiga konsentrasi dimana terdapat perbedaan konsentrasi minyak atsiri yaitu F1 (6%), F2 (12%), dan F3 (24%). Dari hasil analisis yang telah dilakukan dengan beberapa pengujian terhadap tiga formula yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji iritasi dan uji kesukaan, dari pengujian yang telah dilakukan, semua formula balsem  sudah memenuhi syarat dan memiliki kualitas fisik yang baik. Dan dapat disimpulkan bahwa konsentrasi minyak atsiri yang paling baik sebagai sediaan balsem yaitu pada F3 (24%) karena dari hasil uji kesukaan didapatkan persentase kesukaan yang paling tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2023-08-31

How to Cite

Muin, R., La Sakka, & B, M. (2023). FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK BALSEM DARI BAHAN AKTIF SEREH (Cymbogopon ciratus). Journal of Pharmaceutical Science and Herbal Technology, 1(1), 22-26. https://doi.org/10.35892/jpsht.v1i1.1373

Most read articles by the same author(s)